Sharing pengalaman Goes To Pascasarjana Linguistik UGM 2017



Bagi sebagian orang, menjadi mahasiswa UGM adalah suatu kebanggaan tersendiri yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Bagi anda yang sedang membaca blog ini, pasti anda sedang mempersiapkan diri untuk masuk UGM (iya kan?? J). Baiklah, disini saya akan memulai sharing tentang pengalaman saya dari mulai mempersiapkan test TPA otto Bapennas hingga Toefl ITP.
J TPA J
TPA (Test Potensi Akademik) adalah salah satu persyaratan khusus yang harus di penuhi oleh calon mahasiswa pasca sarjana UGM. Pihak UGM sendiri memberikan 2 pilihan untuk mengikuti test TPA yakni TPA yang diadakan oleh pihak otto Bapennas (jadi testnya bisa di UGM atau di daerah tertentu yang disediakan oleh pihak Otto Bapennas) dan test PAPs (ini juga seperti test potensi akademik, tapi di adakan oleh pihak UGM sendiri, sssstttt.... hargax lebih murah ketimbang TPA otto bapennas ;) ). Tapi terserah kalian mau pilih yang mana karena dua-duanya sama-sama diperbolehkan. Untuk tingkat kesulitannya sih, banyak yang bilang kalau TPA otto bapennas lebih sulit ketimbang PAPs UGM. Tapi, kalau menurut pengalaman saya, saya hanya mencoba yang TPA otto Bapennas, dan menurutku itu semua tergantung dengan usaha kita sih. Karena bagaimnapun kata orang lain susah ataupun mudah ketika kita tidak mepersiapkan dengan baik maka hasilnya pun tak akan menjadi baik ehheeh. Jadi, kalau saran saya sih, kalian bisa ikut kedua-duanya dan mantapkan usaha kalian.  
Minimal skor TPA sebagai persyartan calon mahasiswa pascasarjana (S2) UGM adalah 450 dan bagi S3 500, tapi ini tahun 2017 ya, soalnya untuk mengajukan tesis bagi fakultas ilmu budaya sekarang diharuskan memiliki skor 500. Tapi tidak menutup kemungkinan bagi kalian yang memiliki skor di bawah 450 tetap memiliki harapan untuk diterima di UGM. Karena pada dasarnya, TPA hanyalah salah satu persyaratan dari berbagai persyaratan lainnya. Jadi bagi yang nilai TPA nya rendah jangan berkecil hati, kalian masih bisa mempersiapkan pesyartan lainnya dengan lebih baik lagi. Contohnya ketika menulis proyeksi keinginan atau persyaratan yang diharuskan oleh pihak fakultas tertentu. Tapi, jika masih ragu, kalian bisa mngikuti test TPA lagi agar peluang diterima di UGM menjadi besar. Fyi aja sih, nilai TPA saya dulu juga rendah hanya berkisar 4,44 saja sedangkan minimal skor 450, tapi apa mau dikata saya tinggal di daerah Jember dan di daerah saya tidak ada yang mngadakan TPA yang dimotori oleh Bapennas. Jadi, daripada bolak balik jogja-jember saya hanya bisa pasrah dan berdoa. Dan tidak lupa, memperbaiki persyartan lainnya. Dan alhamdulillah saya diterima sebagai mahasiswi Linguistik UGM 2017-2018. Namun, saya masih memiliki hutang untuk menyempurnakan nilai TPA saya.  J J J.
J TOEFL J
Sama halnya dengan TPA, pihak UGM juga memberikan pilihan yakni ACCEEPT dan ITP. Jadi kalian bisa pilih mau ikut yang toefl accept (pihak UGM yang menyediakan) atau toefl ITP. Karena dulu saya tidak mau mondar mandir jogja-jember, akhirnya saya lebih memilih toefl ITP. Jadi, saya tes di daerah saya sendiri. Untuk test toefl ITP itu sendiri, saya sarankan kalian untuk ikut test yang diadain oleh bimbel tertentu karena susanannya yang lebih kondusif dan kalian bisa lebih fokus mengerjakan tesnya J, dan Minimal skor toefl ITP  adalah 450. Sama halnya dengan TPA, bagi yang nilainya rendah jangan brkecil hati, Karena bila nanti diterima UGM kalian akan diberi kesempatan selama 3 bulan untuk memenuhi skor TPA maupun TOEFL sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Jangan pantang menyerah sebeelum mencoba ya kawann J. Sebagai manusia kita hanya bisa beerusaha dan berdo`a karna Allah jualah yang akan menentukannya. Jadi jangan pernah hilangkan kepercayaan kalian untuk terus meminta pertolonganNya ya kawan. Karena pada dasarnya niat untuk menuntut ilmu sudah masuk kategori niat yang baik dan kita slalu diiringi doa malaikat agar niat baik itu dikabulkan oleh Allah SWT. Selamat menuntut ilmu J J J, selamat sukses. Bagi yang ingin bertnya tolong gunakan kata kata yang sopan ya, terimkasih. Semoga bermanfaat.

Comments

Popular posts from this blog

Wong Jowo ora Njawani (orang Jawa yang tidak terlihat seperti orang Jawa)

Cara Meng-costum Margin 44-33 di Microsoft Word dan Wps Writer

A brief of my experience as a translator