Bersyukur Cara Mengatasi Iri Hati

Bismillahirrahmanirrahim

Beryukur di saat orang lain mendapatkan sesuatu yang belum kita dapatkan adalah suatu hal yang tidak mudah. Tapi itu benar-benar membuat dirimu terbangun dari pemanis bibir yang sering kau ucapkan ketika kau tunjukkan rasa syukurmu. Apakah dengan mengucapkan kalimat tahmid dengan serta merta kau mampu bersyukur?. Renungkan kembali!. rasa syukur itu ketika fikiran dan hatimu singkron mengucapkan kalimat tahmid tersebut. Tidak ada rasa iri dengki, kebingungan maupun resah melihat orang lain mendapatkan apa yang belum kita dapatkan. Jangan terus-terus memupuk rasa iri hati itu. Itu hanya akan membuat dirimu hancur dari dalam. Hidupmu hanya akan dibumbui dengan hal-hal yang negatif dan tidak produktif. Bayangkan, jika seandainya saja waktu 5 menit yang kamu miliki itu dapat kau gunakan untuk menyalurkan hobimu atau sekedar digunakan untuk browsing sesuatu yang bermanfaat daripada memikirkan keirihatian yang mencongkol di hatimu akan kesuksesan orang lain. Bayangkan jika saja, kau mengganti 5 menit itu untuk menerapi diri sendiri bahwa ‘iri hati’ itu tidak menguntungkan, malah hanya mempersulit keandaanmu. Memang tidak mudah menghilangkan rasa iri hati, tapi mencoba untuk bersyukur dengan apa yang kita miliki saat ini adalah pilihan yang tepat. Jika kamu berada pada dua keadaan yang mengharuskan dirimu untuk memilih, mana yang akan kamu pilih, menyuburkan keirihatian itu, atau menguburnya dan mulai mencari referensi untuk meredam rasa iri hati itu. Jangan biarkan hal yang negatif memperkeruh hidupmu. Mungkin dia memang deserve to have it, mungkin saja Tuhan belum mengizinkan kita memiliki atau menggapai posisi itu, mungkin saja Tuhan menginginkan kita untuk terus berusaha menghasilkan sesuatu yang lebih hebat lagi dengan cara kita digagalkan terlebih dahulu. Kita ngk akan pernah tahu sobat bagaimana kehidupan kita nantinya. Kita bukanlah seorang peramal, dan kita bukanlah suatu kaum yang diperbolehkan untuk percaya sebuah ramalan, mereka bilang itu hal yang musyrik. Yang patut kita percayai itu adalah kekuasan Tuhan sebagai sang esa yang mengendalikan seluruh alam semesta. 

Ayok bangun!, 
ayok bangun!, 
ayok bangun!. 

sudah selesai waktumu menyalahkan dirimu sendiri. Sudah selesai waktumu untu beririhati atas kesuksesan orang lain. Kasihani dirimu, ia patut dikasihani, fikiranmu, waktumu, kesehatanmu, semua perlu dikasihani. Jika bukan kamu, lantas siapa lagi. Ayok bangun kawan, ayok semangat, ayo kita torehkan apa yang kita bisa untuk membuat diri kita tersenyum lagi. 

Comments

Popular posts from this blog

Wong Jowo ora Njawani (orang Jawa yang tidak terlihat seperti orang Jawa)

Cara Meng-costum Margin 44-33 di Microsoft Word dan Wps Writer

A brief of my experience as a translator