Renungan Hidup


#1 kemangkelanku

Terkadang aku menyesal dengan apa yang telah aku lakukan, seperti bermalas malasan,, tak mau tahu dengan apa yang telah dilakukan orang lain, tidak peduli pada diri sendiri (sampai kelparan pun, kuat aku tahan sendiri). y kali di tahan orang lain, perut perut sendiri.  Tapi..................., setelah mencoba untuk menata hati, sedikit mulai menyapa tetangga kamar kos, mengetahui aktifitas yang mereka lakukan. Sontak saja, mau menghilang dari bumi.  Mereka produktif sekali, pikirku. Selama ini aku hanya menjadi mahasiswa kupu-kupu. Eitsss bukan kupu-kupu malam lho yaa. Kerjaannya Cuma kuliah-pulang, kuliah-pulang, kuliah-pulang, kuliah-pulang, kuliah-pulang, kuliah-pulang, kuliah-pulang, kuliah-pulang, kuliah-pulang, kuliah-pulang, kuliah-pulang........................ dan sterusnya. Mungkin sobat bisa nambahai sendiri.  SANGKING MANGKELYA PADA DIRI SENDIRI.

            Sebenernya sih, hati berontak ngak mau disebut mahasiswa kupu-kupu, tapi apa daya perlakuanku setiap hari seperti itu. pernah kepikiran gak sih kalian, jadi orang yang sangat-sangat-sangat-sangat-sangat-sangat-sangat-sangat-sangat-sangat produktif. Contohnya nih, aktif kuliah, aktif organisasi, smart, sering kong-kow kong-kow bareng temen-temen hits dan bla-bla-bla-bla, intinya jadi anak hits yang smart, -whoaahhh- sempet kepikiran sih sebelumnya, ketika jadi maba. Tapi setelah mencoba ikut organisasi, nyemplung bareng anak-anak yang smart dan hits, tapi kok rasanya ngak nyaman di hati.  Yang ujung-ujungnya , peranku ngk kontirbutif banget di organisasi itu.  kemudian aku mulai berfikir, apa mungkin aku ngk cocok sama orang-orang seperti itu. secara tipe yang disenengi orang itu bukan pendiam, mereka harus seneng ngomong ,  harus dapat membawa suasana, dan pastinya good-looking.  Coba deh, ketika kalian punya temen yang suka ngomong, supel pastinya banyak banget hal yang diomongi, dan kita pun sedikit banyaknya agak akrab sama dia, tapi itu ngk berlangsung lama hahahahhah. Mana ada yang suka ngomong temenan sama si pendiam. Yang ada dia bakal nyari yang sesuai dengan kepribadian dia (just opini). Terus nih yang good-looking, mau sependiam apapun kamu, kalau kamu good-looking, pasti banyak aja yangg mau deketin kamu, baik cowok maupun cewek. Tapi sayang ngk pernah ngalamin hal itu. LLLLL.

            Kemudian mangkelnya aku pada diri sendiri adalah suka ngerjain tugas mepet-mepet waktu dikumpulin. Aku tahu ini ngak baik buat prospek kehidupanku mendatang, tapi kok susah bangettt gituu buat ngerubah kebiasaan yang menyebalkan tersebut. hufftt, hufftt, huftt, hufftt,,. Entah bbagaimana aku harus mengakalinya. Kadang aku tu pernah nyari-nyari video motivasi, terus nyoba ngomong pada diri sendiri “lihat temen-temen kamu tu udh jauh diatas kamu, ayo semnangat, jangan mnyerah”. Sempt semngat sih,, tapi pffttttttt..........., hanyya beberapa menit. Padahal yaa, kalau di pikir-pikir , kerjaannku itu ngk bermutu bangett, seperti lihat status orang, plus yutuban. Intinya pada tulisan kali ini aku bingung dan mangkel dengan perilakuku. -Sepertinya perlu di ruqyah-

                                                                                                            Senin, 13 Agustus 2018

Comments

Popular posts from this blog

Wong Jowo ora Njawani (orang Jawa yang tidak terlihat seperti orang Jawa)

Cara Meng-costum Margin 44-33 di Microsoft Word dan Wps Writer

A brief of my experience as a translator