Belajar Makna Hidup Dari Sebuah Anime

belajar makna hidup dari sebuah anime
                              

Pasti sudah tidak asing lagi bagi para pencinta anime bila mendengar judul Guilty Crown. Sebuah kisah yang menceritakan void atau bentuk hati manusia yang berbeda-beda yang dapat dijadikan sebagai senjata. Dalam tulisan kali ini, saya tidak ingin mereview isi cerita tersebut, namun ingin membahas pesan apa yang ingin disampaikan. Sedikit cerita saja, saya baru saja menonton filmnya hari ini, dan langsung kefikiran untuk menulis kesan pertama kali setelah menonton. Dan saya benar-benar kaget dan tidak menyangka, alur ceritanya sangat susah ditebak begitupula endingnya. Fyi, ini adalah perspekti pribadi saya mengenai pesan yang saya dapat setelah menonton anime tersebut.

·         Menjadi kuat adalah pilihan

Kisah ini dimulai dengan menyoroti seorang siswa sekolah yang harus menjalani kehidupannya yang penuh kepalsuan. Ia tidak dapat memilih menjadi dirinya sendiri dan bahkan harus berpura-pura untuk menjadi orang lain agar dapat memiliki seorang teman, hingga akhirnya ia mulai bertemu dengan kelompok yang menamai diri mereka sebagai pengurus pemakaman atau undertakers. Disinilah kehidupan siswa tersebut dimulai, dia yang terlihat penakut ternyata memiliki masa lalu sebagai seorang yang pemberani, dan bahkan menjadi insipirasi seorang Gai, sang ketua di pengurus pemakaman. Pesan yang ingin disampaikan disini adalah tidak peduli, bagaimana masa-masa sulit yang kau hadapi, kau memiliki masa lalu yang kuat, yang dapat merubah seorang yang lemah menjadi kuat. Hal ini juga berlaku pada dirimu sebagai pengingat ketika kau menjadi lemah “bahwa mudah bagiku untuk bangkit seperti yang biasa aku lakukan dulu”. 

·    Ketika takdir berkehendak, maka tidak ada yang dapat menghentikannya

Cerita dalam anime ini seolah mengingatkan kepada seluruh manusia bahwa kita tidak dapat melawan takdir kita betapapun kerasnya kita ingin menentangnya. Hal ini ditunjukkan dari awal kisah ini dimulai hingga ending dari aktor utama, omea-shu, yang tetap sendiri meskipun dipertengahan cerita ia mendapatkan cinta dari kedua orang teman wanitanya. Namun, Tuhan masih baik, dengan tetap memberikannya teman-teman yang sejati yang saling memberikan dukungan satu sama lain. Pada awalnya, kisah ini bukanlah tentang kisah cinta yang menyayat hati, tapi kisah para pejuang muda yang saling bahu-membahu demi negaranya. Meskipun, tentu saja banyak percikan-percikan penghiatan didalamnya.

·         Sifat manusia itu sangat cepat berubah

Kekuasaan memang membutakan bagi siapa saja dan menjangkiti siapa saja. tak ubahnya sepeti virus yang menyebar begitu dahsyat. Begitupula hati yang dulunya bersih tetiba dirundung haus akan penghormatan dan bertindak semena-mena. Hal ini terjadi ketika shu kehilangan orang yang peduli padanya dan meninggal tepat dipelukannya. Dengan kekuatan yang ia miliki, ia mulai bertindak semena-mena terhadap seluruh teman-temannya dengan alasan akan membebaskan mereka dari kematian. Disamping itu, gai, seorang yang berperang demi keaulatan rakyat, ketika mendapatka kekuatan mulai membelot dan pro terhadap pemerintahan GHQ yang dulunya sempat ia musuhi. Dan sifat seperti ini, sangatlah mudah dijumpai disekitar kita. Contoh kecilnya, orang-orang yang dulu suka berteriak-teriak atas nama rakyat, namun nyatanya ketika diberi amanah malah merugikan rakyat. Tentu, tidak semua pemimpin seperti itu, hanya orang-orang yang memiliki niat buruklah yang akan mati membawa keburukannya.


Comments

Popular posts from this blog

Wong Jowo ora Njawani (orang Jawa yang tidak terlihat seperti orang Jawa)

Cara Meng-costum Margin 44-33 di Microsoft Word dan Wps Writer

A brief of my experience as a translator